Warga Papua Tolak Pepera

JUBI — Ribuan warga Papua menggelar mimbar bebas di makam Theys Eluay, tokoh Papua, Senin (2/7). Mereka menuntut Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969 dikaji kembali.

Ratusan orang berdatangan hingga siang sambil menari dan meneriakan yel-yel Papua Merdeka. Dibawah terik matahari, mereka menduduki lapangan makam berumput. Kegiatan akbar itu dijaga ketat polisi dan Tentara Nasional Organisasi Papua Merdeka. Wartawan bahkan dilarang masuk.

“Mimbar ini dibuat untuk mengembalikan Pepera yang dianggap tidak sah,” kata Vanny Kogoya, aktivis Papua, saat membuka mimbar bebas tersebut.

Mimbar bebas yang sementara berlangsung sempat memacetkan lalulintas disekitar Sentani. Ratusan warga berbondong-bondong menyaksikan moment yang tak biasa itu.

Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) diadakan pada tahun 1969 untuk menentukan status daerah bagian barat Pulau Papua menjadi milik Belanda atau Indonesia. Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) adalah hasil dari New York Agreement pada tahun 1962. (Musa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *