AJI: Ardiansyah Masih Berstatus Wartawan

JUBI  —  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menegaskan bahwa Ardiansyah Matrais yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Gudang Arang, Kabupaten Merauke, Papua, 30 Juli 2010 lalu, adalah wartawan.

Bagian advokasi AJI Indonesia Eko Maryadi didampingi Ketua AJI Kota Jayapura Victor Mambor mengatakan, pihaknya memiliki data akurat bahwa almarhum Ardiansayh Matrais  masih berstatus wartawan Tabloid JUBI Jayapura dan koresponden Merauke TV.

“Kami menyesalkan Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto yang menyatakan bahwa Ardiansyah bukan wartawan. Kami tetap meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus kematiannya, jangan lagi berdalih dengan berbagai alasan,” kata Eko kepada pers di Abepura, Selasa (31/8)

Ia menambahkan, AJI Indonesia tetap pada pernyataan sikapnya yang dikeluarkan beberapa waktu lalu di antaranya mendesak Polda Papua dan Polres Merauke untuk mengungkap misteri dibalik kematian Ardiansyah.

“AJI tetap pada sikapnya yang didasarkan pada investigasi dan bukti-bukti yakni almarhum Ardi mati dibunuh. Ini tugas kepolisian untuk mengungkapnya,” ujarnya.

Selain data dan bukti yang dimiliki AJI Indonesia dan Jayapura tentang kasus kematian Ardiansyah, diperkuat juga dengan siaran pers yang dikeluarkan Mabes Polri di Jakarta.

Sementara itu, Ketua AJI Kota Jayapura, Victor Mambor mengatakan, pihaknya menduga kuat adanya oknum tertentu di Merauke yang terlibat dalam kasus kematian Ardiansyah.

“Ini tugas kepolisian untuk mengungkapnya. Yang kami sesalkan, hingga saat ini pihak Polres Merauke dan Polda Papua belum memberikan keterangan resmi tentang hasil Otopsi organ tubuh Ardiansyah,” paparnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya kecewa dengan kinerja aparat kepolisian di Polda dan Polres Merauke yang terkesan tidak mampu atau tidak serius dalam mengusut tuntas kasus kematian Ardiansyah dan teror yang menimpa wartawan.

Ardiansyah dilaporkan hilang sejak Rabu, 28 Juli 2010. Dua hari kemudian ia ditemukan tewas mengapung di wilayah Gudang Arang Merauke. Tewasnya Ardiansyah bertepatan dengan maraknya teror pada wartawan di Merauke.

Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto saat dimintai keterangan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. (Eveerth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *