Eksplorasi Uranium Tidak Memihak Masyarakat Adat

JUBI — Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Forkorus Yoboisembut mengatakan eksplorasi uranium oleh PT. Freeport di Timika, Papua tidak memihak dan malah mendatangkan ketidaksejahteraan bagi masyarakat adat Papua.  

Forkorus mengatakan, eksplorasi uranium yang sudah berjalan delapan bulan oleh PT. Freeport justru merugikan masyarakat adat karena tidak transparan. “Padahal kami sudah menyuarakan dengan keras kepada pihak perusahaan bahwa ini justru merugikan masyarakat adat,” ujarnya, Selasa (31/8).

Menurutnya, agar masyarakat adat tidak merasa keberatan dengan eksplorasi uranium, seharusnya investor dan pemerintah membangun kerjasama dengan pemilik ulayat. “Ini sebaiknya ada transparansi dari pihak investor soal jangka waktu eksplorasi uranium dan pendapatan pajak bagi masyarakat adat,” imbuhnya.

Dikatakan, kadar kandungan uranium di wilayah pertambangan 1 konsesi PT. Freeport jauh dari nilai minimal untuk dikembangkan karena hanya sebesar 83 ppm (part per milion). Sementara nilai minimum ekonomis untuk pertambangan uranium yang ada di dunia saat ini, yaitu 1.000 ppm.

“Saya harap pihak investor dan pemerintah lebih terbuka kepada pemilik ulayat atau masyarakat setempat soal untung atau ruginya kegiatan eksplorasi uranium,” pungkasnya. (Karolus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *