Maturbongs: Perda Solusi Pelestarian Bahasa Daerah di Papua Penting

JUBI — Peraturan Daerah (Perda) Solusi Pelestarian Bahasa Daerah dalam bingkai Otonomi Khusus Papua Nomor 21 tahun 2001, untuk mengantisipasi punahnya bahasa-bahasa daerah di Papua sangat penting.  

Ketua Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Propinsi Papua, Anton Maturbongs mengatakan, Bahasa daerah kini telah menjadi bagian penting dalam era Otonomi Khusus Papua. Hal ini sebagai konsekuensi logis atas pengakuan hak-hak daerah termasuk penghormatan terhadap bahasa daerah.

“Ini harus segera diantisipasi dengan melakukan pemberdayaan masyarakat,” ujar Maturbongs di Jayapura, Senin (31/8).

Menurutnya, sangat disayangkan bila kepunahan yang dialami bahasa-bahasa ibu di Papua, bukan karena bahasa itu hilang atau lenyap dari lingkungan peradaban, melainkan para penutur meninggalkannya dan bergeser ke penggunaan bahasa lain yang dianggap lebih menguntungkan dari segi ekonomi, sosial, politik, maupun psikologis.

Menurut data balai bahasa Propinsi Papua, di Indonesia terdapat 742 bahasa. Papua memiliki jumlah terbesar yakni sebanyak 280 bahasa (SIL, 2006). Sementara menurut Pusat Bahasa (Balai Bahasa Jayapura) yang telah bekerja untuk mengumpulkan data bahasa daerah di Papua dan Papua Barat, telah diidentifikasi ada 270 bahasa daerah (data yang baru dikumpulkan) dan masih akan bekerja sampai tahun 2014.

Para pemerhati bahasa mengkhawatirkan kelestarian bahasa daerah karena semakin berkurang penuturnya. Kekhawatiran ini senada dengan perkiraan UNESCO bahwa pada abad ke-21, separuh dari enam ribu bahasa yang ada di dunia ini terancam punah.

Menurut UNESCO, saat ini terdapat sekitar 6.000 bahasa yang digunakan di seluruh dunia. Bahasa-bahasa tersebut terbagi di antara penduduk dunia secara tidak merata. Lebih dari 90% penduduk dunia yang berjumlah 6 milliar hanya menggunakan sekitar 300 bahasa saja, di antaranya bahasa Hindi, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Bahasa-bahasa tersebut sering disebut sebagai bahasa mayoritas.

Kurang dari 10% dari total penduduk dunia berbicara dengan menggunakan sisanya yaitu 5.700 bahasa sebagai bahasa minoritas. Dari semua bahasa minoritas ini, 3.481 (61%) ditemukan di kawasan Asia dan Pasifik. 6 ribu bahasa yang sudah diketahui saat ini, 61 persennya merupakan bahasa yang digunakan di kawasan Asia Pasifik, dan 726 lebih di antaranya dipakai di wilayah Indonesia. (Marten Ruma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *