Ternyata Jakarta Itu di Tanjung Elmo

JUBI — Maksud hati melihat Jakarta, apalah daya terjebak di Jayapura.

Penampilannya menggoda, parasnya  menarik. Dia adalah Bunga (nama samaran) gadis malang asal Manado, korban traficking. Selintas pandang terlihat, betapa “agresifnya” gadis 23 tahun kelahiran Pineleng itu. Namun ternyata dibalik sikapnya yang menggoda, terselubung rasa benci kepada orang yang menjanjikanya untuk menjadi pelayan toko di kota metropolitan.

Kepada JUBI, Bunga menceritakan kronologisnya hingga menjadi PSK di Tanjung Elmo.

Awal tahun 2008 keluarganya di datangi dua pria yang ingin mencari karyawan toko di Jakarta dengan gaji percobaan sekitar 2 juta.

Kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan baginya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ditambah keinginan untuk meringankan beban keluarga, membuat Bunga memutuskan untuk menerima tawaran dari dua orang pria yang tak dikenalinya itu.

”Saat itu tidak ada pemikiran untuk curiga, karena sebelum berangkat orang tua saya dikasih uang sekitar 2 juta, katanya ini bukan gaji, tetapi persen dari bos yang menyuruh mereka mencari karyawan,” ujarnya saat disambangi di wismanya, Senin (30/8).

Karena minimnya pengetahun tentang Jakarta, Bunga pun hanya mengikuti saja apa yang diperintahkan oleh dua orang tersebut.

Dikatakan Bunga, saat naik kapal, ia bersama dua wanita lainnya tahu bahwa mereka akan ke Jakarta dan menjadi pelayan toko. “Tetapi ternyata kami tiba di Jayapura dan dipekerjakan menjadi pelayan bar di Jayapura,” ujarnya.

Sekitar dua bulan kemudian, dua rekannya dibawa entah ke mana. Malamnya Bunga mengaku diminta oleh Bosnya untuk mengemas barang dan disuruh pulang ke Manado. Tetapi ternyata ia dibawa ke Tanjung Elmo oleh tiga orang pria yang tak dikenalnya, “kemudian kami dipekerjakan menjadi PSK di wisma Flamboyan hingga kini,” ceritanya.  

Kasus traficking di Papua memang bukan barang baru. Sebelumnya di bulan Maret lalu, Polda Sulawesi Utara (Sulut) memulangkan sekitar 17 perempuan asal Sulut yang diduga menjadi korban kasus penjualan manusia (trafficking) di Papua.

Dalam kasus ini kepolisian menetapkan lima tersangka. (Marten Ruma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *