DAP: Investor Harus Buat Kontrak Dengan Pemilik Ulayat

JUBI — Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Forkorus Yoboisembut mengatakan masyarakat adat seharusnya memberikan tanah ulayatnya kepada investor dengan sistem kontrak karena lebih menguntungkan.

Menurutnya, sistem kontrak tanah oleh masyarakat adat dengan investor memperkecil kehilangan haknya secara penuh. “Tanah sebagai sumber ekonomi pertama. Karena itu, orang Papua tidak boleh mengalami kehilangan haknya atas tanah,” ujarnya, Rabu (1/9).

Dikatakannya, sistem kontrak berguna apabila perusahaan bangkrut, masyarakat adat terutama pemilik ulayat tetap menerima pajak dari perusahaan setiap bulan. “Investor modal uang, masyarakat modal tanah. Karena itu keduanya harus saling bekerjasama terutama soal untung dan ruginya baik bagi perusahaan maupun masyarakat adat,” imbuhnya.

Pemerintah yang bekerjasama dengan pihak investor, kata dia, mestinya mensosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat adat sebelum mereka melepaskan haknya untuk kepentingan perusahaan.

“Saya sudah menghimbau dengan tegas kepada pemilik ulayat agar jangan sekali-sekali merelakan haknya untuk kepentingan investor. Jangan sampai rakyat kehilangan sama sekali sementara modal perusahaan atau investor bertambah,” pungkasnya. (Karolus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *