Ternyata 99 Persen Pelanggaran HAM Dilakukan Mahasiswa

JUBI — Kekerasan oleh mahasiswa senior terhadap mahasiswa baru saat OSPEK ternyata lumrah di setiap kampus.

Dengan dalih pembinaan mental, calon mahasiswa baru dibekuk dan diperlakukan semena-mena oleh mahasiswa senior.

Ambrosius Sawaky, mahasiswa Akademi Pariwisata 45, Entrop, Jayapura mengatakan, ia dan rekannya disiksa saat mengikuti kegiatan Orientasi Siswa Pengenalan Kampus (OSPEK). “Saya ditendang dan dipukul, tapi saya tahan banting. Itu baru OSPEK, belum lagi kalau aturan kampus yang lebih memberatkan saya,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (1/9).

Menurutnya, OSPEK sangat kejam. “Saya baru tahu kalau saat OSPEK, 99 persen hak asasi dicabut,” ujarnya.

Dia mengatakan, sikap mahasiswa senior terhadap dirinya dan beberapa teman terlalu berlebihan karena di luar aturan yang ditetapkan lembaga akademik.

Hal serupa dialami Since, mahasiswa USTJ. Ia mengaku rambutnya pernah ditarik-tarik dan disuruh menjilati kursi oleh seniornya. “Rambut saya ditarik-tarik, terus disuruh menjilat kursi secara bergiliran. Waktu itu kata mereka, itu sebagai kado ulang tahun saya,” ujar Since.

Kekerasan fisik terjadi karena kurangnya kerja sama antara seksi. Setiap seksi mempunyai cara untuk memperlakukan yuniornya secara kasar.

Imbasnya, mahasiswa senior dianggap sebagai momok bagi mahasiswa baru.

“Jikalau boleh selanjutnya mahasiswa senior jangan jadi panitia, dosen saja yang tangani OSPEK. Ini untuk menghindari perlakuan tidak manusiawi,” kesal Ambros. (Timo Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *