Selebaran Saling Menghujat Mulai Bermunculan

JUBI — Selama beberapa hari terakhir di Merauke, telah beredar tiga selebaran yang isinya saling menghujat antar kandidat. Selebaran dari oknum tak dikenal itu juga membuka aib konspirasi kandidat tertentu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke.

Ulasan lain selebaran itu tentang hutang oknum kandidat tertentu di salah satu rumah makan yang mencapai tiga miliar.

Kopian surat yang  berhasil diterima JUBI, Rabu (29/9), diuraikan, fasilitas makan dan minum di masa kampanye oleh salah satu kandidat,  meninggalkan hutang senilai tiga milyar yang dibebankan kepada Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, pemberangkatan saksi-saksi salah satu kandidat menggunakan disposisi Bupati saat itu, menjadi hutang pemerintah kepada salah satu maskapai penerbangan sebesar sembilan milyar dan jadi tanggungan APBD.

Sedangkan selebaran lain berisikan, KPU Merauke beserta jajarannya dianggap tak netral dan berpihak kepada kandidat tertentu. Selebaran itu juga memvonis Ketua KPU setempat, Eligius Gebze bersama Anton Kaize, mengikuti rapat pemenangan salah satu kandidat pada tanggal 23 Juni 2010 lalu.

Ketua KPU Kabupaten Merauke, Eligius Gebze yang dimintai komentarnya membantah tulisan dalam selebaran tersebut. “Itu hanya bentuk pembohongan terhadap publik dan hanya untuk mendiskreditkan kami. Mereka yang membuang selebaran sebagai salah satu upaya untuk memboikot akan pemungutan suara ulang (PSU) di sepuluh distrik,” tegas Eligius. (ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *