DAP: MRP Seperti ‘Mercusuar’

JUBI — Dewan Adat Papua (DAP) menilai Majelis Rakyat Papua sebagai ‘mercusuar’ yang dibentuk pemerintah pusat. DAP juga menyebut MRP seperti ‘boneka’ yang siap untuk ‘dimainkan’.

Wakil Ketua I Dewan Adat Papua, Wilem Bonay mengatakan, selama ini MRP hanya ‘dipasang’ di Papua tanpa fungsi yang jelas. Walaupun didalamnya anggota MRP memiliki kemampuan dan kualitas yang cukup.  

Bonay menuturkan, persoalan adat di Papua kadang dilalaikan MRP. “Selain itu, Gubernur dan Dewan DPRP juga bersikap acuh tak acuh dan malas tahu dengan mereka (MRP), terlebih lagi pemerintah Pusat,” katanya, Kamis.

Sikap itu, kata dia, mengakibatkan berbagai upaya yang coba didorong oleh lembaga kultur ini tidak berhasil. Diantaranya, penambahan 11 kursi untuk DPRP. Sejumlah Rancangan Peraturan Daerah Khusus tentang keberpihakan pada orang Papua yang diusulkan ke Gubernur Papua dan DPRP juga sampai saat ini hasilnya nihil. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *