Marisan: Public Hearing, Hal Biasa

JUBI — Public Hearing yang digelar Kongres Amerika Serikat 22 September 2010 lalu ternyata mendapat perhatian luar biasa dari Rakyat Papua.

“Public Hearing (PH) adalah hal biasa yang setiap tahun oleh Kongres AS, tetapi yang luar biasa pada kongres tahun ini adalah karena untuk pertama kali Papua mendapat kesempatan untuk hadir dalam kegiatan ini dengan menghadirkan orang-orang Papua seperti Henkie Rumbewas, Nicolas Messet dan Octovianus Mote,” kata Ferry Marisan, Direktur Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) di Papua, Kamis (30/9).

Dikatakan Marisan, pada PH kali ini, ada beberapa Anggota Kongres AS yang walaupun mereka mengaku status politik Papua tetap berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga meminta Pemerintah Indonesia untuk memperhatikan masalah Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Terutama Eni Faleomavaega, salah satu Anggota Kongres AS yang hingga hari ini masih konsen terhadap masalah Papua.

“Rakyat Papua merasa tujuan politik hampir tercapai padahal tidak seperti itu. Lihat saja satu dua bulan ke depan, tidak akan terjadi sesuatu yang luar biasa,” ujar Marisan.

Marisan mengungkapkan, dalam kongres kali ini, senat AS ingin mendengar langsung kondisi terakhir Papua dari mulut orang Papua sendiri.

“Jangan sampai masyarakat berpikir bahwa masalah Papua sudah sampai Washington jadi sudah mau merdeka. Berbahaya sekali karena kondisi dan isu ini dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk menciptakan konflik di Tanah Papuai,” pungkasnya. (Aprila Wayar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *