MIFEE, Mesin “Pemusnah Etnis” di Papua

JUBI — Selpius Bobii, Ketua Umum Front Penentuan Pendapat Rakyat Papua Barat, menilai Merauke Integrated Food and  Energy Estate (MIFFE) merupakan “mesin pemusnah” dan selayaknya tak bisa dilaksanakan di Papua. 

“Tidak ada dampak positif dari MIFEE bagi masyarakat, kecuali bagi elit penguasa dan pemerintah,” kata Selpius, Jumat (30/9).

Selpius mengatakan, dari 26 investor yang menandatangani kontrak, 13 diantaranya sudah beroperasi di lahan seluas 2,5 juta hektar. “Empat juta jiwa tenaga kerja didatangkan dari luar Papua. Sementara masyarakat pribumi semakin tergeser, hutan dan tanahnya telah menjadi milik investor,” ujarnya.

Selpius mengatakan jika hal ini terus berlangsung akan mengakibatkan terjadinya genosida atau pemusnahan etnis di Papua.

Menyikapi persolan tersebut, pihaknya meminta Pemerintah Indonesia segera mencabut MoU tentang MIFEE dan mendesak Pemda Merauke mengubah Rancangan Peraturan Daerah Nomor 23 tentang MIFEE.

“Kami menolak semua bentuk investasi asing di Papua, kesengsaraan rakyat cukup terjadi pada PT Freeport,” tegasnya. (Yarid AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *