Bangkai Pesawat dan Jenazah Sulit Dikumpulkan

JUBI — Upaya pencarian kotak hitam (black box) dari pesawat naas milik Polri sulit dilakukan, karena kepingan body pesawat tercebur dalam rawa. Selama dua hari pencarian, beberapa bagian potongan tubuh jenazah korban juga belum didapat.

“Memang medannya sulit, lokasi kecelakaan persis di tengah hutan dan rawa. Jadi, kita sulit mencari black box dan potongan tubuh korban,” kata Kapolres Nabire, AKBP Bambang Sutoyo, Jumat (29/10) usai pelepasan kelima jenasah.

“Karena agak susah, maka kita akan minta bantuan dari pihak lain untuk bersama-sama melakukan pencarian kotak hitam di lokasi kecelakaan,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Nabire, dr. Frans Sayori menjelaskan, tim medis dibantu Unit Identifikasi Reskrim Polres Nabire telah berusaha memisahkan bagian-bagian tubuh. “Hasilnya, dua orang sudah teridentifikasi. Yakni Co-pilot Iptu Bayu Dwi dan Briptu Aipul Bahri,” sebutnya.

Tubuh tiga korban lainnya juga coba dikumpulkan dengan mencocokan identitas yang masih dikenakan, meski sulit dibedakan lantaran tubuhnya sudah tidak utuh lagi. “Waktu diantar ke kamar mayat, tubuh korban tidak utuh. Bagian tubuhnya terpotong-potong, sebagian tidak ada, jadi memang petugas sempat kesulitan untuk identifikasi,” kata Sayori.

Pesawat Cassa milik Mabes Polri jenis SkyTruck yang diterbangkan Pilot AKP Irwan bersama 4 crew, jatuh di sekitar perbatasan Kampung Wami dan Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire, Rabu sore (27/10) setelah beberapa menit take off dari Bandara Nabire pukul 15.15 WIT. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *