MRP Minta Pemerintah Dialog Dengan Rakyat Papua

JUBI —  Berbagai gejolak politik yang terus terjadi tanah Papua, tentu harus dilihat pemerintah dengan membukan ruang dialog dengan rakyat Papua, sehingga bisa mencari solusi bersama permasalhan yang terjadi saat ini.

“Pemerintah sudah saatnya melihat permasahan yang masih terjadi diatas tanah Papua, solusinya dialog antara kedua belah pihak dan mendengar apa yang rakyat mau,” ujar Hana Hikoyabi, di Jayapura, Jumat (29/10).

Dirinya menjelaskan selama tidak ada kesempatan atau ruang bagi rakyata Papua, sebabnya persoalan diatas tanah Papua tidak akan pernah terselesaikan dengan baik.

“Masalah sudah jelas ada di depan kita, jadi jangan pemerintah berbuat seolah-olah tidak mengetahui masalah yang terjadi,” pintanya.

Lanjutnya, bagai mana kita bisa tahu persolan rakyat jika kita tidak pernah mendengar aspirasinya, dan hanya dilalaikan.

“Jangan rakyat terus dibiarkan berteriak dalam aksi serta tertindas begitu saja,” tandasnya.

Perlunya bukan ruang dialog atau jajak pendapat, kata dia, agar pemerintah bisa mengetahui mengapa rakyat Papua ingin minta merdeka.

Ditambahkan, tidak dapat dipungkiri hingga saat ini orang asli Papua yang tergolong penganguran  masih jauh dari apa yang diharapkan. “Tingkat ekonomi belum menunjang bagi kehidupan rakyat, bahkan dalam kesehatan dan pendidikan masih memburuk,” nilainya.

“Hal ini ditandai dengan tenaga guru yang kurang serta banyakanya anak usia sekolah yang belum bersekolah hingga saat ini,” ungkapnya.

Hikoyabi, yang juga perempuan Papua asal Sentani ini, menegaskan bahawa pihaknya hanya dapat memproteksi tetapi tidak dapat mengambil tindakan lebih, karena selama ini posisi MRP sangat tidak berdaya akibat kebijakan serta aturan yang masih tumpang tindih.

“MRP tetap mendorong dan mendukung upaya ini, sehingga terus mengajak semua instansi pemerintah untuk mendukung dialog antar rakyat dan pemerintah,” katanya.  (Yarid AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *