Jalan Rusak, Harga Sembako Naik

JUBI — Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di lokasi transmigrasi, Satuan Pemukiman (SP) V Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, naik dua kali lipat dari
harga sebelum jalan rusak.

Harga minyak goreng menembus Rp.15 ribu per liter dari sebelumnya Rp.9 ribu per liter. Tepung terigu mencapai Rp.180 ribu per karung dari sebelumnya Rp.150 perkarung. Kebutuhan pokok lainnya seperti telur ayam, mengalami kenaikan per butir hingga Rp. 2.000. Demikian juga dengan beras dan minyak tanah. Manswentus Samsudi Parera, pemilik kios di SP V, Distrik Yapsi mengatakan, sewa mobil dari Jayapura sekitar Rp.2 juta, jasa ojek dari SP II, tempat perhentian bus terakhir untuk Distrik Yapsi, menuju SP V sebesar Rp.35 ribu. “Pedagang mana yang mau rugi mas,” kata Man.

Senada dengan Man. Tarmijo, pemilik kios mengatakan, sebagai sesama warga transmigrasi kami memahami situasi ini, tetapi kondisi jalan yang rusak parah
kami terpaksa menaikan harga. Imbas kenaikan sejumlah bahan pokok itu, membuat warga resah. Sementara coklat sebagai komoditi utama yang dapat menghasilkan uang, diharga kecil oleh pembeli.

“Saya hanya berharap istri dan anak saya tidak sakit, kalau sakit saya pasti kerepotan karena biaya hidup yang besar, sedangkan penghasilan dari menjual
coklat hanya untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Minggu (31/10).

Rata-rata pemungut membeli coklat sebesar Rp.13 ribu perkilo. ”Jual ke kota tambah rugi mas, bisa-bisa habis di ongkos jalan,” kata Tarjo warga SP V. Dikatakan Tarjo, Abepura dan Yapsi, selayaknya Jayapura dan Jakarta. ”Jadi mendingan di sini saja, biar murah langsung beli garam,” katanya. (Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *