KPU Merauke Dituding Arogan

JUBI—- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke dituding arogan.  Karena telah melakukan pleno untuk penetapan daftar pemilih tetap (DPT) yang  nantinya digunakan dalam pemunguan suara ulang (PSU) tanggal 6 November 2010 di sepuluh distrik.

Penegasan itu disampaikan Tim Sukses Pasangan Daniel Walinaulik-Omah Ladamay, Hendrikus Henky Ndiken kepada sejumlah wartawan, Sabtu (30/10). Menurut dia, setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK), telah dianjurkan agar dilakukan pemutakhiran data kembali oleh KPU. Namun dalam perjalanan pemutakhiran, banyak kejanggalan dan ketidakberesan.

Hengky mencontohkan, di Wasur dan Nasem, tidak dilakukan pendataan. Namun, saat pleno di tingkat KPU, tetap ditetapkan untuk masuk dalam DPT. Selain itu di Kimaam, ada warga yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP), namun dimasukan dalam DPT dan akan mengikuti PSU. “Ini adalah suatu bentuk arogansi dari KPU yang tidak menjalankan tugas secara baik dan bertanggungjawab,” kritik Hengky yang juga anggota DPRD Merauke itu.

Saat pleno di KPU beberapa hari lalu, jelas Hengky, mereka telah mengajukan keberatan, namun tidak diresponi juga. “Kami akan segera melaporkan kepada MK. Karena pemutakhiran data yang dilakukan  KPU, tidak berjalan. Terus terang, kami dari Tim Wali merasa sangat dikecewakan,” ungkapnya. (ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *