Papua Butuh Solusi Konflik

JUBI — Konflik di Papua selama ini membutuhkan solusi penyelesaian. Forum Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat (Foker LSM) Papua di Jayapura, berupaya mencari solusinya.

Koordinator Litbang Foker LSM Papua, Rafael Hasen menyatakan, penyelesaian konflik di Papua membutuhkan kajian ilmiah dengan meminta pendapat dari public terkait sejumlah masalah yang terjadi di Papua. Kajian ilmiah tersebut kerap akan menjadi referensi sekaligus data. Data dan referensi tersebut akan mempengaruhi kebijakan pemerintah nantinya. “Kami harap dengan adanya kajian ilmiah dan data dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam menangani konflik di Papua,” ujar Rafael kepada JUBI, kemarin.

Dari latar belakang ini maka Litbang Foker LSM Papua berupaya menggelar diskusi ilmiah dengan melibatkan mahasiswa dan organisasi lokal di Jayapura untuk  berdialog secara bersama. Kedepan, kegiatan serupa akan dilakukan secara kontinyu kepada publik. “Kedepan kami akan libatkan masyarakat secara umum untuk mengikuti kegiatan ini.”

Bagi dia, ada tiga unsur yang mengakibatkan politik indentitas atau ketidakadilan rakyat Papua. Pertama,unsur sejarah yang tengah di manipulasi. Dua, konflik yang berkepanjangan dan terakhir, operasi militer yang masih diberlakukan di beberapa daerah di Papua. “Tiga unsur ini selalu mempengaruhi masyarakat pribumi.”   

Rafael berharap, melalui kegiatan ini dapat bermanfaat dan mampu mengidentifikasi rakyat Papua untuk menyelesaikan konflik yang masih melandanya. Hasil dari kegiatan itu, akan diberikan kepada stacholders dan intansi pemerintahan di Papua dan di Indonesia secara umum. “Kami harap jadi pegangan bagi mereka masing-masing untuk menjadi patokan apa yang akan dibuat kedepan,” ungkapnya.

Di Papua, sejumlah konflik masih berkelanjutan dibebrepa wilayah. Konflik ini mempengaruhi kepapuan warga asli. Jika dibiarkan, maka akan terus mengakar dan memporak-porandakan kehidupan orang asli Papua. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *