Pesan Perdamaian Bisa Menimbulkan Konflik

JUBI — Seminar tentang Seni dan Perdamaian yang diprakarsai oleh Sekolah Tinggi Seni Rupa Papua menghadirkan 17 sekolah lanjutan Tingkat Atas (SLTA) seKabupaten dan kota Jayapura serta Kabupaten Keerom.

Direktur Yayasan Pembangunan Masyarakat Desa (YPMD), Decky Romaropen mengatakan, ekspresi seni berpotensi menimbulkan konflik apabila publik tidak mengetahui pesan perdamaian yang disampaikan, sehingga menimbulkan presepsi yang berbeda dan dan akan menimbulkan konflik.

“Mengenal produk pesan apa yang ingin disampaikan itu penting,” katanya di Sentani Kabupaten Jayapura, kemarin.

Menurutnya ketika kita ingin memberikan solusi dalam bentuk pesan perdamaian kita harus mengenal dengan baik, agar apa yang disampaikan tidak menghadirkan konflik berkelanjutan, tetapi benar-benar membawa damai. Pernyataan tersebut disampaikan Decky dalam seminar Seni dan Perdamaian di Sentani Kabupaten Jayapura. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Yayasan Pembangunan Masyarakat Desa (YPMD), Decky Romaropen, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua, Victor Mambor, Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa Papua, Syafiuddin, 17 SLTA  di Kabupaten dan Kota Jayapura beserta staf Guru. Disponsori oleh USAID dan Serasi. (Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *