Kapendam : TNI Bukan Musuh Masyarakat

JUBI — Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVII Cenderawasih, Letkol Inf. Susilo mengatakan, keberadaan TNI di Pegunungan tengah, bukan untuk menakuti atau memusuhi warga, tetapi justru menjaga keamanan di sana.

“TNI pasukan siaga, apabila polisi membutuhkan bantuan maka tentara harus siap,” katanya di Jayapura, Senin (1/11).

Hal ini disampaikan Kapendam Susilo, menyusul adanya arus pengungsian di Pegunungan Tengah Papua menjadi perhatian organisasi Internasional bahwa telah terjadi pelanggaran HAM di Papua yang disebabkan oleh operasi militer. ‘Tugas pokok TNI yakni mengamankan wilayah perbatasan dan menjaga keamanan di daerah-daerah rawan konflik, jadi bukan memusuhi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya,  Pegunungan Tengah termasuk daerah rawan konflik, karena adanya sekelompok orang bersenjata yang berpotensi menggu ketenteraman warga.

Informasinyang diterima JUBI, terhitung sejak bulan Mei – Juni 2010 dilaporkan ratusan hingga ribuan penduduk di wilayah Pegunungan Tengah, mengungsi dari tempat asal mereka. Laporan dari Internal Displacement Monitoring Centre  (IDMC) menyebutkan, penyebab pengungsian ini adalah operasi militer yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk memadamkan gerakan separatisme.

Akibat dari operasi militer ini, penduduk sipil harus mengungsi ke hutan-hutan. Mereka kehilangan akses mereka terhadap makanan, pendidikan, dan kesehatan. Setelah gelombang kekerasan yang terjadi pada penduduk sipil ini, menyebabkan warga mulai kekurangan gizi, sakit-sakitan dan meninggal dunia. Informasi ini sekaligus melegitimasi terjadinya pelanggaran HAM di Papua yang disebabkan oleh operasi militer tersebut.

Internal Displacement Monitoring Centre(IDMC), didirikan pada tahun 1998 oleh Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), adalah badan Internasional terkemuka pemantauan konflik akibat pengungsian internal di seluruh dunia.

Atas permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang berpusat di Jenewa. IDMC menjalankan database online, menyediakan informasi yang komprehensif dan
analisis mengenai pengungsian internal di sekitar 50 negara. (Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *