Kasus Tingginambut Harus Lewat Jalur Hukum

JUBI — Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Bantuan Hukum(LP3BH) Manokwari, Provinsi Papua Barat meminta penyelesaian kasus video penyiksaan warga di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua harus diselesaikan melalui jalur hukum.

Direktur LP3BH Manokwari, Yan Cristian Warinusi mengungkapkan video tersebut adalah salah satu bukti kecil dari sejuta tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap orang Papua.

“Video ini sebagai satu contoh bukti kekerasan, sehingga kasus tersebut harus di proses secara hukum kepada mereka yang terlibat,” ujar Warinusi kepada JUBI di Jayapura, Senin (1/11).

Kata dia, jika pelaku dibalik kasus itu didapati maka harus diberi hukuman setimpal dengan perbuatannya. Selanjutnya, TNI diminta agar tidak membentuk tim untuk melakukan investigasi demi mengusut masalah ini.

“Masa pembunuh yang mau bentuk tim inivestigasi. Tidak mungkin pembunuh mau ungkap kebenaran.”   tegasnya.

Warinusi berharap ada tim independen yang menindak lanjuti kasus tersebut, seperti Komnas HAM dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua juga harus membentuk tim untuk mengungkap masalah tersebut.

“DPRP dengan Komnas HAM harus bisa bekerja sama dengan kapasitas yang ada untuk menuntaskan kasus tersebut,” pintanya.

Video penyiksaan dan penganiayaan yang diduga dilakukan aparat TNI terhadap warga di Tingginambut, Puncak Jaya beredar di situs web YouTube, Senin (18/10). Selama 22 jam hingga sekitar pukul 11.30 WIB, video tersebut menggambarkan kekerasan dan penganiayaan. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *