Erari: Tidak Perlu Ada Badan Baru

JUBI — Wacana dialog yang sedang berjalan saat ini di tengah Masyarakat adat Papua belum mendapat respon positif dari Pemerintah Pusat. Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui workshop di Depok 18-21 Agustus 2011 lalu memprakarsai terbentuknya Forum Komunikasi Konstruktif Papua (FKKP) yang mendapat respon dari berbagai kalangan.

“Rakyat menilai bahwa Otonomi Khusus (Otsus) di Papua telah gagal. Dialog yang sedang dikerjakan Pater Neles saat ini, platformnya sudah jelas. Rakyat Papua membutuhkan keterbukaan dari Jakarta untuk duduk dengan tokoh-tokoh Papua untuk membicarakan persoalan Papua secara adil dan bermartabat,” tutur Pdt. Phill Erari pada JUBI (28/11).

Erari menilai bahwa pembentukan wadah lain hanya dikarenakan SBY ingin menghindar dari dialog yang komprehensif dan bermartabat.

FKKP lahir dalam workshop di Depok yang diprakarsai oleh WVI dengan mengundang beberapa pemimpin gereja di Papua. WVI yang sudah mengabdi dalam ‘Pelayanan Kristus’ di Papua lebih dari tiga puluh tahun ini sontak mendapat perhatian dari banyak pihak. Menanggapi hal ini Erari menyatakan bahwa gereja dan agama seharusnya berada dalam suatu jarak kritis. “Gereja harus kembali kepada prinsip keadilan dan kemanusiaan,” kata Erari lagi.

“Respon Jakarta harus sejalan dengan mekanisme dialog yang sudah dibangun oleh berbagai komponen Masyarakat Adat Papua dan Gereja yang sudah ada dalam JDP. Tidak perlu bangun badan baru dan Jakarta harus mendorong Dialog Jakarta-Papua ini,” ujar Erari yang untuk sementara berdomisili di Manokwari, Papua Barat.

“Saya mengajak semua pemimpin agama saat ini untk secara kritis melihat berbagai dinamika yang terjadi di Masyarakat Papua saat ini dan tidak perlu menanggapi hal-hal yang sifatnya reaktif,” kata Erari menutup wawancara. (Aprila Wayar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *