Tembak Di Tempat Bukan Solusi

JUBI — Menyusul pernyataan Kapolresta Jayapura,  AKBP Imam Setiawan yang menyatakan, jika ditemukan  kelompok masyarakat yang memiliki senjata  menjelang hingga 1 Desember , akan ditembak ditempat. Pernyataan Iman Setiawan ditanggapi serius oleh Ruben Magay Ketua Komisi A DPRP. Dia mengatakan, ‘dor’ di tempat bukanlah solusi yang tepat.

“Saya hanya menggingkatkan, aparat jangan menembak rakyat Papua. Senjata yang digunakan itu bukan untuk tembak warga,” kata Ruben, kepada JUBI, Selasa (30/11) di Jayapura.

Menurut Magay, Mestinya aparat keamanan harus merubah kultur kekerasan dalam menghadapi berbagai tuntutan dari masyarakat. “Penembakan warga bukanlah solusi yang baik unyuk penyelesaian masalah Papua. Kalau mengedepankan kekerasan, tentu membuka peluang konflik baru,” kataya.

Apa lagi kata dia, persoalan Papua bukan lagi masalah lokal, tetapi sudah menjadi sorotan internasional. Karena itu, Magay mengingatkan aparat kemanan harus mempertimbangkan resiko buruk sebelum mengambil tindakan.

Dia juga mengatakan, berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Bendera Bintang Kejora dilakukan oleh kelompok masyarakat yang memiliki jiwa nasionalisme Papua. Pada tataran itu, menurut Magay merupakan sesuatu yang wajar.

“Kibarkan bendera bintang kejora sebenarnya sah-sah saja karena sesuai sejarah. Hanya tidak tepat dan penting unutk dikibarkan saat ini. Saya harap rakyat Papua juga bisa memahami hal ini, karena kalau berlawanan arus akan ada korban jiwa,” katanya. (Yarid Ap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *