Mahasiswa Harus Cerdas Secara Intelektual dan Emosional

JUBI — Mahasiswa diharap mampu menerapkan ilmunya di tengah masyarakat setelah mereka menimba pengetahuan sesuai dengan bidangnya di Perguruan Tinggi. Hal tersebut disampaikan Dr. H. Khairuddin, Ketua Panitia seminar dan lokakarya nasional kerja sama Universitas Cenderawasih  Brawijaya yang bertajuk Pokok-Pokok Pemikiran Arah Pembangunan Provinsi Papua.

Dikatakan  mahasiswa  tidak hanya hanya menangkap teori, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmunya di tengah masyarakat. “Masyarakat adalah panggung pentas sedangkan mahasiswa adalah sebagai pemainnya. Mahasiswa tidak hanya dituntut dari segi kecerdasasan emosional dan spritualnya saja tapi juga kecerdasan intelektual,” kata  Khairuddin, Rabu (1/10) di Jayapura.

Menurutnya, perkembangan pengetahuan yang dimiliki setiap mahasiswa di Perguruan Tinggi dipengaruhi pendidikan di lingkungan. Salah satunya peran keluarga. Dalam berbagai studi di Papua, kata dia,  menunjukkan perhatian  orang tua terhadap pendidikan anak di rumah sangat rendah.

Dalam penelitian Khairuddin tahun 2010 mencatat  persen orang tua kurang memperhatikan pendidikan anak. Sementara Badan Pusat Statistik Sumber Daya Manusia Papua tahun 2009 mencatat 77 persen  orang Papua dan 23 persen non Papua drop out dari pendidikan sekolahnya karena minimnya perhatian orang tua.

Khairuddin mengatakan, pendidikan di lingkungan non formal atau lingkungan keluarga sebagai langkah awal mahasiswa dibentuk. Karena itu, lanjutnya, mahasiswa jangan hanya mengenyam teori melulu ketika sudah di perguruan tinggi karena pengetahuan dasarnya sudah ada di lingkungan keluarga.

“Kalau sudah di perguruan tinggi mereka diharapkan mampu menerapkan ilmunya sesuai dengan bakat dan potensinya masing-masing di tengah masyarakat,” imbuhnya. (Karolus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *