Rencana Pemalangan Bandara Sentani Disikapi Polisi

JUBI — Kapolres Kabupaten Jayapura, AKBP Mathius Fakhiri, menegaskan pihaknya akan memboikot rencana pemalangan bandara sentani oleh warga Yobe selaku pemilik hak ulayat, termasuk akan menangkap dan menindak tegas siapa saja yang melakukan pemalangan diareal bandara Sentani.

Menurutnya, areal bandara daerah merupakan obyek fital yang tidak perlu diganggu gugat.” Siapa pun yang akan melakukan pemalangan di seputaran bandara akan ditindak,” ujar AKBP Fakhiri, saat dikonfirmasi JUBI,  Kamis (30/12).

Lanjut dia, tindakan tersebut sesuai Undang-undang penerbangan, walaupun surat permohonan izin diajukan. “Kami tetap tidak akan ijinkan rencana warga untuk menduduki bandara,” Kata dia, siapa pun yang melanggar dan tetap nekad melakukan aksi maka akan tindak tegas.

“Kalau ada  masa yang tetap memaksakan diri masuk di landasan pacu, maka akan di tangkap dan diproses sesuai jalur hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Fakhiri mengaku, alasan warga pemilik hak ulayat menduduki bandara karena pembayarannya masih bermasalah. “Pemerintah sudah siap melunasi lahan bandara namun pengajuan pembayaran ke masyarakat belum jelas,” tuturnya.

Menurut, Nataniel, warga Kampung Yobe yang juga pemilik lahan bandara menyatakan, masyarakat pemilik hak ulayat rencana akan kembali menduduki bandara karena pembayaran ganti rugi kepemilikan hak ulayat tanah masih bermasalah. “Pemerintah belum melunasi pembayaran tanah bandara. Batas-batas penggunaan lahan bandara yang telah digunakan,”

Warga Yobe berencana menduduki bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua dalam waktu dekat ini.  Jumlah masa yang direncanakan akan turun ke bandara sebanyak  200 orang. Ratusan massa itu berencana akan melakukan aksi demo dan memalang bandara. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *