Selama Natal, Polda Papua Tutup Akses Bagi Karma Cs

JUBI — Selama perayaan Natal tanggal  25-26 Desember 2010, Kepolisian Daerah (Polda) Papua, menutup akses bagi keluarga Filep Karma Cs untuk merayakannya.

Hal ini disampaikan Filep Karma, tahanan politik Papua (Tapol) saat menghubungi JUBI, Kamis (30/12). “Saya kecewa, karena polisi tidak ijinkan keluarga mengunjungi saya, dimana alasan polisi, pada tanggal 24 sampai 26 Desember adalah hari libur jadi tidak bisa ada kunjungan,” kata Karma.

Menurut Karma, polisi sudah melanggar aturan. Seharusnya polisi membuka akses bagi keluarga dan siapa saja yang hendak mengunjungi para tahanan di tahanan polda. Tindakan tersebut secara tidak langsung telah membatasi hak para tahanan dan narapidana.

“Bagi saya tindakan pelarangan yang dilakukan polisi sudah melanggar hukum yang berlaku dinegara ini,” cetusnya. Karma berharap, ditahun baru nanti polisi dapat membuka akses bagi keluarga dan siapa saja yang hendak menjenguk mereka.

Dalam peraturan pemerintah republik indonesia nomor 58 tahun 1999 tentang syarat-syarat dan tata cara pelaksanaan wewenang, tugas dan tanggung jawab perawatan tahanan pada pasal 4 poin c  menyatakan, asas pengayoman, persamaan perlakuan dan pelayanan, pendidikan

Dan pembimbingan, penghormatan harkat dan martabat manusia, terjaminnya hak tahanan untuk tetap berhubungan dengan keluarganya atau orang tertentu, serta hak-hak lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes polisi Wachyono belum memberikan komentar  terkait penutupan akses selama natal terhadap Karma Cs di tahanan Polda. Sebelumnya, Wachyono menuturkan, pihaknya tak pernah menutup akses bagi para tahanan di rutan Polda.

Filep Karma bersama empat orang tahanan dan narapidana dipindahkan dari lembaga pemasyarakatan (LP) klas II A Abepura ke tahanan Polda usai kericuhan yang terjadi dalam LP, Jumat (3/12) sore.

Kericuhan tersebut dilatari oleh tewasnya Miron Wetipo. Wetipo tewas ditembak polisi/TNI dan densus 88 Polda Papua  saat melakukan penyisiran di sekitar BTN Puskopad, Distrik Abepura, Kota Jayapura saat kaburnya bersama empat orang rekannya dari LP. (Musa Abubar)

Mereka yang dipindahkan dari LP ke Polda Papua yaitu Filep Karma, Buchtar Tabuni, Dominggus Pulalo, Lopez Karubaba dan Eni Elopere. Hingga kelima napi dan tahanan ini masih mendekam dibalik trali besi tahanan polda Papua. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *