Pemekaran Telah Membangun Orang Papua

JUBI — Mantan walikota Jayapura, Papua, Manase Robert Kambu, mengatakan bahwa  pemekaran provinsi dan kabupaten yang belangsung di Papua sementara ini membantu pembangunan dan orang Pribumi. Pemekaran juga sama sekali tidak mengkotakan orang Papua sebaliknya mempersatukan orang Papua dan mewujudkan kesejahteraan secara bersama.

Kambu menyatakan, pemekaran yang diputuskan oleh pemerintah Pusat untuk Papua membantu masyarakat Pribumi dalam membangun kesejahteraan dan pembangunan yang diharapkan.

“Pemekeran itu dimaksudkan untuk meringankan pembangunan di Papua terutama di daerah terisolir seperti diwilayah pedalaman. Selain itu, pemekaran dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat didaerah  itu,” ujar Kambu kepada wartawan di Abepura, Minggu (2/1).

Kata dia, hingga kini banyak kalangan berpandangan salah terhadap pemekeran Kabupaten dan Provinsi di Papua. Sebagian diantaranya menyatakan, pemekaran itu mengkotak-kotakan orang Papua. Ada juga yang menyebut  pemekaran itu dilakukan untuk menghabiskan dana otsus.

Lanjut Kambu, berbagai pandangan tersebut keliru dan salah. Mereka yang berpandangan demikian belum mengerti dan memahami tujuan pemberian pemekaran bagi sebuah daerah.  “Bagi saya semua pandangan itu salah, perlu diklarifikasi,” cetusnya.    

Dia menambahkan, setelah masa jabatannya berakhir sebagai walikota, dirinya kembali ke gereja untuk membantu pelayanan.  “Saya setelah lepas jabatan sebagai walikota, saya kembali membantu umat dalam melayani. Sehari-hari pekerjaan saya adalah membantu pelayanan dan melayani di Gereja GKI Marthen Luther Kampkey Abepura,” katanya.

Menurutnya, pelayanan dan kebersamaan yang dirajut bersama selama 2010 diharapkan dapat dipertahankan. Baik secara pribadi, organisasi, dan keluarga. “Saya harap kebersamaan yang sudah sekian lama dipelihara dengan baik dapat dipertahankan,”

Bagi dia, dua hal tersebut dapat ditingkatkan di tahun 2011. Tak hanya itu, dua hal itu juga mempermudah proses percepatan pembangunan dan kesejahteraan yang didambakan bersama. Memang selama ini, lanjut dia, pembangunan dan kesejahteraan yang diharapkan sementara dikerjakan pemerintah namun belum sepenuhnya. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *