Pemkab Nabire Diminta Cabut Perda Miras

JUBI — Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Paniai, John NR Gobai, mendesak Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua, segera mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Peredaran, Pemasokan dan Penjualan Minuman Beralkohol.

“Kami menilai Perda itu yang justru menjadi dasar bagi sejumlah pihak memasok dan menjual minuman keras secara bebas hingga tembus beberapa kabupaten di wilayah Papua Tengah,” ujarnya kepada JUBI di Nabire, Minggu (2/1).

Menurut John, Kabupaten Nabire adalah pintu gerbang semua barang yang diangkut dari luar Papua melalui angkutan laut maupun pesawat terbang.

“Termasuk minuman beralkohol juga dipasok melalui Nabire dan ini diperkuat dengan adanya Perda Nomor 6 Tahun 2006.”

Dari Nabire, barang-barang kebutuhan pokok (Bapok), didalamnya termasuk stok minuman keras, dikirim ke daerah pedalaman seperti Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.

“Selain melalui transportasi udara, beberapa kabupaten dapat dijangkau dengan kendaraan darat. Berbahaya karena miras telah mengorbankan banyak jiwa, merusak keluarga dan merusak moral generasi Papua,” tutur John.

Oleh karena sudah menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan, bahkan pemicu keributan dan kekacauan lantaran orang menenggak miras, tegas John, Pemkab Nabire diharapkan meninjau kembali segera Perda yang mengatur tentang Miras. “Kita desak cabut Perda itu demi keselamatan bersama,” ujarnya. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *