Pemilihan Anggota MRP, Kesbang Papua Diminta Selektif

JUBI — Jelang pemilihan Majelis Rakyat Papua (MRP) jilid dua, maka Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Provinsi Papua, diminta agar lebih seletif dalam melihat organisasi dan status kejelasannya, karena ada indikasi menjamurnya organisasi khusus perempuan Papua.

Hal ini disampaikan oleh Yakoba Tjoe,SH., menyikapi menjamurnya organisasi perempuan Papua yang muncul saat pendaftaran seleksi MRP dan memberikan rekomendasi.

“Pihak Kesbang kabupaten/kota serta Papua, harus memperhatikan hal tersebut, yakni lebih khusus pada kabupaten harus ada verifikasi organisasi terdaftar dengan dibuktikan akte pendiri masing-masing,” kata Yakoba, kepada JUBI di Jayapura, Minggu (16/1) malam.

Lebih tegas, dikatakan, lebih khusus di Kabupaten Jayapura, harus dilihat verifikasi organisasi terdaftar dengan dibuktikan akte pendiri masing-masing.

Walau demikian, katanya, mengaku bangga jika melihat antusias perempuan Papua yang sudah mendaftar mencapai lima puluhan lebih, khususnya perwakilan perempuan Daerah Pemilihan (Dapil) 8, yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, guna mengikuti proses penjaringan seleksi sesuai tahapan yang ditentukan panitia.

“Perlu selektif, sehingga mencegah konflik horisontal dalam masyarakat, sehingga dalam penetuan calon yang maju tidak dipolitisir oleh kepentingan sesaat, misalnya permainan uang,” tuturnya.

Yakoba Tjoe, yang juga  Anggota demisioner MRP Pokja Perempuan ini, menegaskan adanya proses seleksi yang melihat pada rekomendasi organisasi perempuan Papua yang benar-benar tumbuh dari masyarakat adat, yakni yang telah terdaftar empat tahun sebelumnya di Kesbang baik kabupaten/kota maupun provinsi.

“Memang banyak kelemahan dalam Perdasus yang ada, karena status organisasi tedaftar dibuktikan dengan akte, sedangkan banyaknya organisasi wanita tumbuh bagai jamur dimusim hujan hingga saaty ini, kiranya Kesbang bisa melihat hal tersebut,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya berharap adanya rekomendasi dari tiap organisasi perempuan yang jelas dan telah terdaftar dengan sah di Kesbang tiap kabupaten/kota, sehingga bukan asal-asalan dan dibawah daru usia empat tahun organisasi tersebut.

Dari informasi yang dihimpun JUBI, khusus penetapan calon peserta pemilihan tahap kedua dari tanggal 17-22 Januari, selanjutnya pada 22-24 Januari penetapan hasil pemilihan tahap kedua untuk wakil adat dan perempuan oleh bupati/walikota. (Eveerth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *