Felix : ‘Jangan Ada Intervensi’

JUBI—Enam calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kabupaten Boven Digoel yang mewakili kelompok masyarakat adat dan kelompok masyarakat perempuan,  telah berada di Kota Merauke. Nantinya mereka akan mengikuti proses musyawara pada Selasa (1/2), sekaligus penetapan dua anggota MRP definitif untuk lima tahun mendatang.
“Kami minta agar tidak boleh ada intervensi dari siapapun termasuk pemerintah. Biarkan proses berjalan sesuai mekanisme yang telah diatur yakni musyawara bersama sampai kepada voting jika belum ada keputusan final dua nama yang akan terpilih,” kata Ketua Panitia Panitia Pemilihan MRP dari Kabupaten Boven Digoel, Felix Yokbari dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Minggu (30/1).
Felix juga meminta agar tidak boleh ada monopoli. Artinya bahwa, dua nama anggota MRP  tidak hanya  dari Kabupaten Merauke. Minimal harus ada perwakilan dari masing-masing kabupaten. “Ya, karena lima tahun lalu perwakilan dari Boven Digoel adalah perempuan, makanya sekarang adalah dari kalangan adat,” pintanya.
Masyarakat di Kabupaten Boven Digoel, lanjut Felix, menginginkan dan mengharapkan ada perwakilan anggota MRP dari unsur adat. “Apa yang saya sampaikan ini sesuai dengan aspirasi dari akar rumput langsung saat penjaringan  dilakukan,” ungkap dia.
Diharapkan agar Kabupaten Merauke juga harus mengerti dan memahami secara baik. “Kita dari Boven Digoel tidak berambisi, tetapi minimal harus ada keterwakilan dari sana. Saya juga akan berjuang dan bkerja sehingga apa yang diharapkan dan disuarakan  masyarakat, bisa diakomodir. Ya, kita tunggu hari H nanti,” katanya. (ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *