DPRD Dogiyai ‘Warning’ Dana Pemilukada

JUBI — Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Dogiyai, Esau Iyai menegaskan, pemerintah daerah harus segera melaporkan penggunaan dana Pemilukada yang telah dipakai sebelum tahapan Pemilukada dimulai.

“Kita semua mengerti aturan, jadi dana-dana yang sudah dipakai sebelum tahapan Pemilukada harus ada laporan pertanggungjawaban secara tertulis lengkap dengan bukti-bukti penggunaannya,” ujar Esau Iyai, kepada JUBI, Senin (31/1).

Menurutnya, jika hal ini tidak dilakukan dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan kepada pihak berwajib untuk memprosesnya lebih lanjut. “Jangan main-main, kita tegas soal dana ini.” Iyai mengaku, pimpinan dan anggota dewan telah sepakat bahwa persoalan penggunaan dana Pemilukada Dogiyai tersebut akan dibicarakan dalam sebuah pertemuan.

“Kita lihat nanti, kalau pihak Eksekutif belum juga merespon dengan menyampaikan pertanggungjawaban semua dana Pemilukada yang telah dipakai, bisa saja dilaporkan ke KPK untuk audit penggunaan dana tersebut,” tuturnya.

Senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi A DPRD Dogiyai, Vincentius Tebai. “Itu uang negara, jadi instansi pengguna dana harus bisa pertanggungjawabkan. Laporannya terperinci dan disertai bukti-bukti seperti kwitansi atau slip penarikan di Bank Papau dan lain-lain,” kata Vincent.

Ketua DPD Partai Golkar Dogiyai ini menegaskan, pihak Legislatif akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemilukada Kabupaten Dogiyai. Salah satu tugas Pansus ini, menelusuri pemakaian dana Rp15 Miliar lebih sebelum tahapan Pemilukada dilaksanakan.

Pansus juga akan mengawasi, melaporkan hasil tahapan serta mengontrol sengketa pada Pemilukada di Dogiyai. “Soal dana memang harus cepat dituntaskan supaya Pemilukada bisa diselenggarakan 20 Juni 2011, sesuai kesepakatan pihak Eksekutif dan Legislatif saat sidang paripurna baru-baru ini di Moanemani,” jelasnya. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *