Jembatan Sungai Otawa Nyaris Ambruk

JUBI — Dua tiang penyangga jembatan Sungai Otawa di KM 100 Jalan Trans Papua ruas Nabire-Paniai yang patah pada akhir Februari 2010, kini sedang dibangun. Pekerjaan tersebut ditangani oleh salah satu kontraktor yang dipercayakan pemerintah.

Menurut Komandan Koramil Siriwo, Kobogau, karena saat ini badan jembatan tersebut didongkrak, maka semua kendaraan telah dilarang untuk melintasi, entah dari arah pedalaman mapun Nabire. “Itu keputusan bersama pada saat pertemuan kemarin,” ujarnya, Senin (31/1).

Sebagai tanda larangan, pihaknya telah memasang papan pengumuman dan rambu lalu lintas. “Kita larang kendaraan lewat selama pekerjaan ini berlangsung,” imbuh Danramil.

Untuk itu, pengguna kendaraan, baik sopir, penumpang dan warga pada umumnya diminta tidak melanggar keputusan bersama sambil menunggu pekerjaan selesai. “Kalau mau lewat, harus estafet. Kendaraan dari arah pedalaman berhenti di ujung jembatan. Orang bisa jalan untuk estafet ke kendaraan tujuan Nabire dan begitupun sebaliknya,” jelas Kobogau.

Pantauan JUBI, Jembatan Otawa memang sudah tak bisa dilewati kendaraan roda empat. Sebab, kemiringannya cukup parah. Ketika beberapa kendaraan bermuatan berat melintasi, jembatan terlihat goyang.

Jembatan ini nyaris ambruk saat hujan deras yang terjadi dua kali pada Februari 2010. Dua tiang penyangga Jembatan Sungai Otawa yang berhadapan dengan hilir Kali Siriwo jebol, karena dihantam banjir besar. Saat itu tiang penyangga tampak miring. Selama setahun terakhir tidak ada upaya perbaikan, dibiarkan begitu saja meski sangat berbahaya bagi arus transportasi darat di jalur Jalan Trans Papua ruas Nabire-Dogiyai-Deiyai-Paniai. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *