Ketua MRP Usir KRPBK

JUBI — Rencana kegiatan dialog publik di Kantor MRP, Senin (31/1) pagi, gagal. Pimpinan elemen gerakan yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua Bersatu untuk Keadilan (KRPBK) malah diusir oleh Ketua MRP, Agus Alue Alua.

Hal ini sangat disayangkan, karena perlunya dialog publik antara pimpinan elemen gerakan dengan anggota MRP itu menyikapi semakin menguatnya tuntutan rakyat Papua bahwa lembaga representtatif kultural orang Papua dibubarkan, sementara proses perekrutan dan pemilihan anggota MRP jilid dua di daerah-daerah terus saja berlangsung.

“Sesuai hasil kesepakatan bersama KRPBK pada tanggal 29 Januari 2011 di Asrama Nayak, bahwa dengan berakhirnya masa jabatan MRP jilid pertama pada tanggal 31 Januari ini perlu ada dialog publik antara pimpinan elemen gerakan dengan MRP. Sejak pagi tadi kami sudah mendatangi Kantor MRP, tapi pimpinan MRP justru mengusir kami keluar dari ruang kerjanya,” tutur Ketua Umum Front PEPERA Papua Barat, Selpius Bobii, Senin (31/1).

Sekitar pukul 11.00 WIT, para pimpinan gerakan dan wartawan menemui Pimpinan MRP untuk menanyakan kepastian dialog publik. Namun maksud baik tersebut disambut Ketua MRP dengan ungkapan tidak terpuji. “Pada hari ini, kami tidak mau ketemu sama kalian. Banyak anggota tidak ada di sini. Mereka semua sudah kembali ke Dapil masing-masing untuk menyukseskan proses perekrutan dan pemilihan anggota MRP. Jadi, sebaiknya kalian bubar saja,” koar Alua sambil mengusir para aktivis.

Gagal dialog publik, para pimpinan gerakan mengundang sejumlah wartawan yang hadir untuk dapat meliput pernyataan sikap KRPBK. Jumpa pers berlangsung di depan pintu Kantor MRP, Kota Raja, Jayapura. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *