Pelanggaran HAM Di Papua Tak Akan Berakhir

JUBI — Sekretaris Presidium Dewan Papua (PDP) di Jayapura, Herman Awom menyakini bahwa kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua, tak akan berakhir.  Pelanggaran akan tidak akan terjadi jika pemerintah pusat di Jakarta mau membuka pintu dialog dengan orang Papua.

“Kalau mau supaya pelanggaran HAM di Papua tidak terjadi lagi, maka pemerintah pusat harus membuka diri untuk mendengar kenginan orang Papua,” ujar Awom, kepada JUBI, Senin (31/1). Selain itu, menurut Awom, dalam ranah kekerasan yang dilakukan oleh milter dan polisi  di Papua harus diadili di meja pengadilan HAM atau peradilan umum.

Peradilan militer kata dia tidak akan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban dan cenderung mendapat hukuman yang lebih ringan. “Kalau tidak ada peran untuk mengurusi persoalan ini,  maka akan lanjut terus menimpah orang Papua dari generasi ke generasi,” tandasnya.

Selain itu, dirinya juga menyesalkan berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh negara terhadap rakyat Papua. Dia menilai, kekerasan yang berlebelkan negara, masih belum berubah sejak masa orde lama sampai orde reformasi.   “Kasus HAM yang terjadi sampai saat ini tidak berubah masih tetap sama.

Meski demikain, dia mengaku, dalam memperjuangkan kebenaran keadilan, orang Papua tetap menuntut sampai hak-hak mereka dihargai. “Sampai kapan pun orang Papua akan memperjuangkan sejumlah kasus-kasus yang menimpanya jika belum diselesaikan,” ujarnya.   (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *