Januari, Inflasi Jayapura Capai 1,79 Persen

JUBI — Dalam catatan BPS (Badan Pusat Statistik) Papua menyebutkan, pada Januari 2011, Kota Jayapura mengalami inflasi sebesar 1, 79 pesen.

“Ini disebabkan karena angka indeks 122,80 pada Desember 2010 menjadi 125,00 pada Januari 2011,” kata Kepala BPS Papua, Djarot Soetanto di hadapan wartawan, di Dok II, Jayapura, Selasa (1/2).

Ini berarti lajunya lebih tinggi pada taraf nasional. Laju inflasi bulanan nasional sebesar 0,89%. Sementara laju inflasi ‘Year on year’ pada Januari 2010 sekitar 5,02% atau lebih rendah pada tingkat nasional yaitu 7,02 persen.

Pada tataran nasional, yaitu di 66 kota,  Kota Jayapura menduduki urutan ke-13 dan kedua di tingkat Sumapua (Sulawesi, Maluku dan Papua). Inflasi tertinggi terjadi di Padang dengan IHK (Indeks Harga Konsumen) 3,70% dan Manokwari berada pada urutan terendah dengan IHK 0,07 persen.

“Inflasi di Kota Jayapura disebabkan oleh kenaikan harga barang dan jasa,” tegas Djarot. Dia menjelaskan, bahan makanan mengalami kenaikan sebesar 5,87 persen, Menyusul makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,35 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga hanya sebesar 0,01 persen.

Komoditi yang memberikan sumbangan terbesar selama Januari 2010 adalah kelompok bahan makanan sebanyak 1,60%. Perumahan, air, listrik dan bahan bakar hanya menyumbangkan 0,07 persen. Kelompok kesehatan tidak menyumbang apa-apa. Pada Januari 2010, Jayapura hanya mengalami kenaikan 1,28 persen. (Timo Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *