Korban HAM Papua Akan Gelar Trauma Hiling

JUBI — Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Papua akan menggelar kegiatan trauma hiling. Kegiatan itu bertujuan memulihkan trauma para korban Kasus Biak berdarah, 6 Juli 1998. Hal ini disampaikan Koordinator SKPHP, Peneas Lokbere, yang merupakan salah satu korban kasus Abepura berdarah Tahun 2000, kepada JUBI di Abepura, Selasa (1/2).

Dia mengaku, Kegiatan tersebut sengaja dilakukan   karena banyak  korban yang masih trauma sampai sekarang. Bahkan dia mengaku, jika kegiatan yang bertajuk HAM, sebagaian korban lebih memilih mengasingkan diri karena takut. Lebih banyak korban laki-laki. Mereka sering mengucilkan diri dari komunitas.

“Para korban laki-laki dalam kasus 6 juli 1998 itu masih trauma sampai sekarang. Sehingga mereka tidak mau terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan HAM,” ujar Lokbere. Dia  menjelaskan, trauma hiling itu nantinya akan dikemas dalam bentuk Pelatihan yang akan melibatkan korban HAM dari beberapa wilayah di Papua.

Diantaranya, Wamena, Wasior dan Jayapura. Selain pemberian materi dalam pelatihan, para korban juga akan membagi pengalaman kelam yang pernah mereka alami. “Para korban dari Wasior, Wamena dan Jayapura akan menceritakan pengalaman kepada rekannya di Biak yang masih trauma. Mungkin dengan pengalaman yang diceritakan bisa  membantu memulihkan mereka,” ungkapnya.

Tragedi 6 Juli 1998 itu menelan puluhan korban. Sedikitnya 32 korban misterius dibuang ke laut. Hingga kini korban itu statusnya tidak jelas. “Sampai sekarang status dari ratusan korban yang dibuang ke laut itu belum jelas,” cetus Lokbere. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *