Lapas Nabire Diminta Pindahkan Kanius Wenda Ke Jayapura

JUBI — Latifa Anum Siregar, pengacara hukum Kanius Wenda, korban kasus penyerangan gudang senjata di Wamena pada Tanggal 3 Maret 2003, meminta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire, Papua agar mengirim kliennya ke Jayapura untuk dioperasi dan mendapat pelayanan perawatan serta pengobatan.

“Kanius tidak mau dioperasi di Nabire, karena dia merasa jauh dari keluarganya. Kemudian peralatan medis di Rumah Sakit Nabire tidak memadai,” ujar Anum kepada JUBI, Selasa (1/2).

Menurut Anum, saat ini Kanius sementara menderita penyakit tumor dan membutuhkan perawatan. Dia mengaku,  otoritas Lapas Nabire menyarankan   Kanius agar dioperasi di Rumah Sakit Nabire. Namun, korban tak mau dirawat di Nabire karena peralatan medis tak memadai. Ia memilih diopersi di Jayapura yang fasilitasnya cukup lengkap.

Anum Siregar mengatakan, Kanius terjangkit tumor sejak pertengahan Tahun 2010. Ia berkali-kali meminta untuk dibawa ke Jayapura, namun belum dipenuhi Lapas Nabire. Anum mengatakan, alasan Kanius cukup masuk akal, mengingat jika dirawat di Jayapura, Kanius mudah dikunjung keluarganya karena akses transportasi udara dari Wamena ke Jayapura cukup lancar. Anum juga mengaku, ia mengetahui Kanius mengalami tumor setelah  berkunjung ke Nabire, Minggu, (23/1).

Untuk perawatan Kanius, Anum mengaku, pihaknya  akan mengirim surat permohonan Kanius ke Kementrian Hukum dan HAM Papua agar mengeluarkan surat ijin ke Lapas Nabire untuk mengirim kliennya ke Jayapura.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengirim suara surat ke Kementrian Hukum dan HAM Papua  untuk minta Kanius dipindahkan ke Jayapura,” katanya. Kasus penyerangan gudang senjata di Kodim Wamena terjadi sejak, 3 Maret 2003 silam. Dalam kasus itu, beberapa warga sipil ditangkap dan ditahan karena dituding pelaku dibalik penyerangan tersebut.  Diantaranya, Kanius Wenda dan Enos Lokobal.

Para korban yang ditangkap diajukan ke meja hijau untuk disidangkan. Mereka menjalani sidang  di Pengadilan Umum di Makasar, sepanjang Tahun 2005-2007. Para terdakwa di jatuhi hukuman berbeda oleh hakim. Kanius Wenda dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Namun, dipotong masa tahanan melalui berbagai remisi yang diberikan menjelang beberapa hari raya sepanjang Tahun 2008–2010. Dengan demikian sisa masa tahanan yang harus dijalani Kanius adalah 11 tahun kurungan badan. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *