SKPKC Menilai Pengiriman Polisi Ke Kaureh Ilegal

JUBI — Menyikapi pengiriman pasukan Polisi  dari Polsek Lereh  Distrik Kaureh, Lereh Juk, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 29 Januari lalu yang mengawasi pembangunan gedung Gereja Katolik di kawasan itu, mendapat reaksi dari Sekretariat Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKP-KC), Fransiskan Papua. SKP-KC, menilai pengiriman pasukan tersebut ilegal karena tidak ada surat pemberitahuan kepada pihak gereja.

“Harusnya polisi tunjukkan surat  penugasan resmi kepada pihak gereja. Jangan hanya datang lalu memberi penjelasan menjalankan perintah dinas,” ujarnya Br. Edy Rosariyanto, Koordinator Unit Ekospastoral SKP-KC, Fransiskan Papua, saat dikonfirmasi JUBI di Abepura, Selasa (1/2).

Br. Edy juga sesalkan kebijakan perusahaan yang lebih mengedepankan pendekatan keamanan, ketimbang jalur dialog. Pada hal menurut dia, sebelumnya sudah disepakati kedua belah pihak mendukung pembangunan gedung Gereja. “Saya rasa tidak ada masalah, karena perusahan dan umat sudah sepakat untuk melanjutkan pembangunan gedung gereja,” katanya.

Mestinya, lanjut Br. Edy, kalau pihak perusahan tetap bersikeras melarang pembangunan gedung Gereja, PT. SKIP harus  harus mengirim surat protes ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) di Jayapura. “Bagi saya kalau pihak perusahaan merasa tidak setuju dengan kelanjutan pembangunan gedung Gereja itu maka harus memberitahukan pihak DPRP dan DPRD Kabupaten jayapura,” ungkapnya.  (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *