Umat Katolik Pertanyakan Kehadiran Polisi Dan Keamanan Swasta Di Kaureh

JUBI — Umat Katolik di Distrik Kaureh dan Lereh Juk,  Kabupaten Jayapura, Papua, mempertanyakan kebijakan Perusahaan PT. Sinar Kencana Inti Perkasa (SKIP) (Sinar Mas Grup) yang mengirim aparat kepolisian dan keamanan swasta untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan gedung Gereja Katolik yang sedang dikerjakan, karena kehadiran pihak keamanan tersebut tidak diketahui otoritas gereja setempat.

“Karena itu, kami minta pihak perusahaan untuk menjelaskan mengenai  pengiriman security (keamanan) untuk awasi pembangunan gedung Gereja Katolik yang sedang kami bangun,” kata Vincent, Bendahara Pembangunan Gedung Gereja, saat menghubungi JUBI, Selasa (1/2).

Vinsen mengaku, berdasarkan penjelasan dari polisi yang mengamankan pembangunan gereja tersebut, diperoleh informasi bahwa aparat kepolisian karena diminta oleh pihak perusahaan, sedangkan keberadaan security swasta tak diketahui motif hadir di tempat itu.

“Pengiriman security swasta datang dulu, setelah itu baru polisi. Kami tidak tahu, mengapa mereka ada di sini,” akunya.Dia juga mengakui, akibat ditempatkan aparat polisi dan security swasta di pembangunan gereja tersebut, umat Katolik berencana menduduki Kantor PT. SKIP pada Senin, 31 Januari lalu, namun batal dilakukan.

Meski demikain, Vinsen menyatakan akan melayangkan surat klarifikasi ke pihak perusahaan untuk mendapat penjelasan terkait kehadiran polisi dan security swasta tersebut. “Kami sudah mengirim surat minta klarifikasi dan penjelasan dari pihak perusaan terkait kehadiran polisi dan security swasta dan masih menunggu jawaban mereka.”

Informasi yang diperoleh JUBI,  pengiriman security swasta tersebut diduga untuk mencegah kelanjutan pembangunan gedung Gereja Katolik tersebut. Sedangkan polisi hadir di tempat diminta oleh pihak perusahaan.  (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *