Benny Giay: Adat Penting Bagi Pertumbuhan Iman Umat

JUBI — Ketua Sinode Gereja Kingmi Papua, Dr. Benny Giyai, mengatakan, setiap komunitas suku-suku di dunia sudah tentu mempunyai nilai-nilai adat yang terwariskan secara turun temurun. Unsur-unsur adat yang positif merupakan satu kekayaan yang perlu dilestarikan bagi eksistensi suku itu sendiri.

Ditemui JUBI, Minggu (27/2), Benny menegaskan pentingnya budaya dan adat dalam kehidupan setiap pribadi, keluarga maupun masyarakat pada umumnya. “Orang yang tidak punya adat tidak akan bertahan di tengah perkembangan jaman yang sekarang semakin mengglobal dengan berbagai perubahan mutakhir dewasa ini,” ujarnya.

Nilai-nilai hakiki yang terdapat dalam budaya suku-suku mesti dilestarikan, sebab menurut Benny, hal itu merupakan dasar bagi manusia itu sendiri. Dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam kehidupan keagamaan, adat yang baik akan mendukung mantapnya kehidupan rohani maupun jasmani dalam derap langkah hidupnya. “Gereja juga punya tanggung jawab moril untuk mendorong lestarinya nilai-nilai adat dan budaya positif yang ada di dalam setiap jemaat dan suku,” tandas dosen STT Walter Post ini.

Oleh karena itu, ia juga menyambut baik program Gereja Katolik Keuskupan Timika khususnya Dekanat Paniai dengan kegiatan Musyawarah Pastoral (Muspas) III Mee. Muspas dilaksanakan untuk menindaklanjuti progam “Emaawa dan Owaada” yang dicetuskan beberapa tahun lalu di Enarotali. Muspas I dilaksanakan di Enarotali, Februari 2005. Sedangkan Muspas II, Februari 2008 di Wakeitei, kini Ibukota Kabupaten Deiyai. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *