Tuntut Tutup Degeuwo, Tim Terpadu Kumpulkan Data Kasus

JUBI — Saat ini Tim Terpadu Penutupan Penambangan Emas Degeuwo masih melakukan pendataan berbagai fakta miris yang terjadi di sejumlah lokasi pendulangan. Data-data berupa kronologis kejadian, foto dan video tentang dinamika di Kawasan Degeuwo, akan memperkuat tuntutan warga pribumi maupun pihak lain untuk menutup segera Degeuwo dari berbagai aktivitas.

Yowel Ematapa, salah satu anggota tim terpadu, mengatakan, data-data yang sedang dikumpulkan itu merupakan bukti faktual kasus-kasus di sekitar lokasi penambangan emas di sepanjang Kali Degeuwo. Data-data tersebut akan memperkuat tuntutan berbagai kalangan untuk menutup lokasi penambangan emas tersebut.

“Sebagian data sudah kita peroleh dan itu akan menjadi bukti bahwa di Degeuwo memang banyak hal negatif yang dilakukan semenjak penambangan dimulai,” katanya kepada JUBI, Minggu (27/2).

Pendataan itu, kata Yowel, sesuai kesepakatan bersama semua masyarakat pemilik ulayat di sepanjang Kali Degeuwo.

Kegiatan pendataan itu dilakukan langsung di lokasi-lokasi penambangan emas. Tim menemui warga pemilik lokasi, tokoh masyarakat, aparat kampung dan Hamba Tuhan yang setia melayani umat Tuhan di Kawasan Degeuwo. “Supaya datanya akurat, tim langsung turun di semua lokasi,” ujar Yowel Ematapa.

Dikemukakan, tim terpadu juga melibatkan warga pemilik hak ulayat untuk memperkuat pendataan di lapangan. “Hasil pendataan tersebut nantinya kita sampaikan kepada pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerinta pusat. Yang pasti, dengan data-data itu, kami minta perusahaan yang sedang beroperasi di Degeuwo segera hentikan kegiatannya.” (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *