14 Suku Di Papua Masih Terisolir

JUBI — Sebanyak 14 suku di Papua masih terisolir dan susah dari jangkauan tangan pemerintah, sebab hinga kini layanan pendidikan dan kesehatan belum menyentuh suku-suku tersebut. Beberapa diantaranya sudah memiliki bangunan sekolah dan puskesmas namun tak ada tenaga medis dan guru.

“Dari 14 suku ini, sebagian sudah ada sekolah dan puskesmas tapi tidak ada tenaga. Baik guru maupun tenaga kesehatan,” kata Ketua Jaringan 14 Daerah Terisolir di Papua, Dortheis Wopari, kepada JUBI di Abepura, Minggu (27/2) malam.

Wopari mengaku, memang sebagian diantaranya sudah ada bangunan puskesmas dan sekolah oleh pemerintah. Namun, sampai saat ini bangunan tersebut masih kosong. Tak ada tenaga medis atau guru yang ditugaskan pemerintah. Rata-rata yang menjalankan dua layanan itu yakni, pendidikan dan kesehatan adalah  para penginjil yang ditugaskan dari berbagai Gereja.

“Hampir rata-rata yang tugas sebagai dokter, perawat dan bidan serta guru yaitu para penginjil yang bertugas di 14 daerah ini,” tandasnya. Lanjut dia, para penginjil mampu melakukan tugas itu atas berkat keterlibatannya dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan pemerintah yakni dari Dinas pendidikan, kesehatan dan perkebunan.

“Dari pelatihan itu mereka bisa bantu masyarakat. Ada yang jadi tukang kayu, guru dan dokter,” ungkapnya. Wopari berharap, kedepan belasan daerah terisolir ini diperhatikan secara baik oleh pemerintah. Kata dia, saat ini selain para penginjil, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat juga sudah turun tangan.

Selain itu, kata ketua badan koordinasi kegiatan kesejahteraan Provinsi Papua ini, belasan daerah itu belum memiliki struktur pemerintahan kampung seperti desa atau lurah. Banyak diantaranya masih dibawah kendali kepala suku. Ironisnya lagi, mereka belum memahami struktur dan fungsi pemerintahan desa.

Dari data yang informasi yang diperoleh, 14 suku terisolirsir itu terletak dibeberapa diwilayah di Papua. Dengan rincian, wilayah 1-5 meliputi wilayah Sarmi, Waropen dan Mamberamo. Wilayah 6 – 8 meliputi daerah pengunungan. Sementara wilayah 10 hingga 14 yaitu Asmat dan Boven Digoel. “Empat belas suku ini menetap dimasing-masing wilayah itu,” cetusnya.  (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *