Lagi, Ratusan Perawat RSUD Dok II Jayapura Duduki DPRP

JUBI — Ratusan perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Papua kembali menduduki Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua, di Jayapura, Selasa (1/3). Mereka mendesak Dewan untuk segera meminta Pemerintah Provinsi Papua membayar insentif yang belum dibayar sepanjang 2010.

Sebelumnya, ratusan perawat RSUD Dok II Jayapura menduduki Kantor Gubernur Provinsi Papua dan DPR Papua pada  Tanggal 2 dan 3 Desember  2010. Aksi di kala itu ratusan perawat menuntut pemerintah membayar insentif.

Koordinator Demo, Lenni menyatakan, aksi kali ini perawat  kembali menuntut janji pembayaran insentif yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Costant Karma kepada ratusan perawat saat berunjuk rasa pada Tanggal  2 Desember lalu, di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua.

Dia menegaskan, seharusnya pemerintah membayar insentif mereka sesuai Surat Keputusan (SK) Gubenur Papua Nomor 125. Menurut SK tersebut, insentif Tahun 2010 akan dibayarkan pada 10 Desember 2010. Namun, hingga  kini janji pembayaran itu tak terlaksana. “Menurut SK, insentif akan dibayarkan pada Bulan Desember. Tapi hingga sekarang belum dibayar,” ujar Leni  saat dikonfirmasi JUBI, Selasa (1/3)

Dalam Surat Keputusan Gubernur Papua bernomor 125 menyatakan pemberian insentif kepada sumber daya manusia kesehatan yang bertugas di RSUD Jayapura Tahun Anggaran 2010 memutuskan, insentif itu  akan dibayarkan setiap bulan, terhitung sejak Tanggal 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010.

Seperti dirilis koran tempo interaktif, para perawat ini mengancam akan menduduki Kantor DPR Papua hingga insentif khusus mereka selama satu tahun terbayarkan. “Pelayanan di RSUD akan kami tutup,” tegas Delila, salah seorang bidan di ruang persalinan. Delilah mengatakan, saat ini ada sekitar 800-an perawat yang bertugas di RSUD Dok II Jayapura yang belum mendapatkan tunjangan selama satu tahun. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *