Jakarta Tidak Pernah Dengar Papua

JUBI — Sepanjang sejarah integrasi Papua kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak pernah ada itikad baik pemerintah Pusat (Jakarta). Ketika ada jeritan dari rakyat Papua, Jakarta malah diam seribu bahasa dan justru mengambil kebijakan lain yang tidak diinginkan penghuni Bumi Cenderawasih ini.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yance Kayame mengatakan, pelbagai persoalan yang dialami orang Papua selama ini memang harus diselesaikan dengan baik dan segala kebijakan pemerintah di era Otonomi Khusus dapat terealisasi secara maksimal. “Tetapi karena ada penilaian bahwa Otsus itu sendiri sudah gagal, maka Jakarta harus bisa mendengar keluh kesah dan keinginan orang Papua,” ujarnya kepada JUBI di Jayapura, Kamis (31/3).

Kalaupun getol memperjuangkan aspirasi rakyat Papua, Yance mengaku bahwa Jakarta tidak pernah mau mendengar suara-suara dari Papua. “Pada periode lalu, saya termasuk salah satu anggota DPRP yang selalu tantang Jakarta. Tetapi, kami ini dianggap tidak ada apa-apa, sementara rakyat menuntut kami harus perjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan kepada dewan,” ceritanya.

Pria asal Paniai ini berharap, wacana tentang Dialog Jakarta-Papua yang digagas oleh Jaringan Damai Papua (JDP) harusnya direspon pemerintah untuk membicarakan secara bersama semua persoalan yang dihadapi orang Papua selama ini. “Dialog itu perlu, jadi Jakarta juga tidak usah alergi dulu, kita semua duduk dan bicara baik-baik supaya ada jalan keluar yang bisa dicapai dalam dialog tersebut,” tandas Yance Kayame.

Jika tak ada dialog, ia khawatir, klaim bahwa Otsus sudah gagal ataupun Otsus sudah berhasil masih akan terus mengemuka di tengah masyarakat akar rumput. Bahkan kubu-kubu yang muncul seperti NKRI harga mati, Papua Merdeka harga mati, tidak akaan pernah habis, bahkan justru meruncing persoalan sepanjang masa. “Ini yang kita tidak mau, karena dampaknya jelas kepada roda pembangunan, pemerintahan dan semua aspek lain, ujung-ujungnya rakyat yang jadi korban.”

Yance juga menyinggung pola pendekatan yang dipakai pemerintah selama ini sangat keliru, sehingga sama sekali tidak menyelesaikan akar persoalan sebenarnya. Untuk itu, Jakarta harus mau mendengar suara dari Papua demi menjaga integritas negara ini dan eksisnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

“Persoalan Papua sudah mendunia. Mata banyak negara sedang tertuju ke Papua, mereka melihat dinamika setiap saat. Jadi, Indonesia harus bijak menangani persoalan Papua jika mau aman dari sorotan mata dunia,” tutup Yance Kayame. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *