Kelaparan Melanda Warga Korban Banjir di Paniai

JUBI — Kelaparan akibat mulai menipisnya ketersediaan bahan makanan di tempat pengungsian pasca bencana banjir di Distrik Agadide dan Ekadide, Kabupaten Paniai, mulai terasa. Beras dan supermie yang dibeli di kios serta bantuan dari keluarga dekat telah habis.

“Selama dua minggu lalu memang ada, tetapi sejak kemarin kami sudah kehabisan cadangan makanan,” kata Habel Degei, Kamis (31/3).

Menurut warga Ekadide ini, kebun-kebun yang diharapkan ada stok makanan sudah terendam air banjir. Begitupun kebun sayur dan ternak piaraan lenyap terhanyut. “Tidak ada kebun yang aman, jadi kami susah mendapatkan makanan.”

Masyarakat setempat pada umumnya hidup dengan mengandalkan potensi pertanian. Sejak air danau mulai naik, semua lahan pertanian yang ditanami petatas dan keladi sebagai bahan makanan pokok warga setempat termasuk sayuran boncis dan kol di lahan garapan telah terendam air.

Kepala Kampung Obaipugaida, Distrik Ekadide, Fabianus Degei, membenarkan adanya kelaparan yang melanda warga korban bencana. “Lahan yang tenggelam akibat bencana, diperkirakan 4000 lebih lahan. Jadi, sekarang tidak ada ketersediaan makanan, sehingga warga sedang kelaparan,” tuturnya.

Selama beberapa hari sebelumnya, warga bisa membeli bahan makanan di kios. Beras seharga Rp 10.000/kg dimasak untuk beberapa keluarga yang ditampung di tempat pengungsian. “Kita punya uang sudah habis untuk beli beras dan bahan makanan lain di kios,” kata Habel.

Selain kebun, ternak piaraan juga tidak luput dari amukan banjir. Lokasi atau kandang ternak penuh dengan air, bahkan sudah terhanyut di sungai. Jumlahnya mencapai seribu lebih ekor. Ternak ayam 1230 ekor, babi 700 ekor dan 300 ekor kelinci.

“Korban ternak di Kampung Agapo dan Distrik Agadide belum kami hitung,” ucap Habel Degei. (Markus You)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *