LP3BH Minta Stigma Makar Dikaji

JUBI — Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Papua Barat, meminta stigma separatis yang selalu dikenakan kepada orang asli Papua, perlu dikaji kembali.

Hal ini disampaikan kepala Divisi Pendidikan dan Advokasi Hak Asasi Manusia Kantor LP3BH di Manokwari, Semuel Harun Yarsenen di Jayapura, Jumat (29/4). Menurut Yarsenen, pasal 106 dan 160 KUHP tentang makar perlu dikaji kembali. “Bagi kami, kedua pasal ini perlu dilihat bersama dan dikaji kembali oleh para penegak hukum,” ujarnya.

Kata dia, jika kedua pasal ini tak dikaji maka orang Papua akan terus menerus dijerat dengan dua pasal kadaluarsa tersebut. Hingga kini, penegak hukum seperti kepolisian, hakim, dan jaksa masih terus menggunakan pasal ini dalam persidangan.

Seharusnya, kata dia, stigma makar tak semena-mena diterapkan. Stigma ini perlu dikaji kebenarannya.  “Harus ada pembuktian dari pasal ini. Tidak serta merta diterapkan oleh pihak penegak hukum,” cetusnya.

Dia menambahkan, pasal itu juga berpeluang terjadi pelanggaran HAM. Pasal yang sama juga bakal menambah masalah. “Masalah Papua akan terus menerus bertambah di Papua kalau dua kasus ini tidak dikaji,” tandasnya.  (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *