Pembentukan KPU Deiyai, Cacat Hukum

JUBI — Anggota Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deiyai, Frans Pakage, mengatakan, pembentukan lembaga KPU di kabupaten itu sudah cacat hukum, karena seluruh tahapan seleksi tidak dilakukan sesuai aturan perundang-undangan dan jadual yang ditetapkan sebelumnya.

“Saya sebagai salah satu anggota tim seleksi akui bahwa memang banyak pelanggaran yang dilakukan oleh oknum Tim Seleksi. Terkait persoalan itu, masyarakat Deiyai peduli demokrasi telah melaporkan langsung ke KPU Provinsi Papua. Tetapi pengaduan itu belum direspon, KPU Provinsi Papua langsung menentukan lima besar Anggota KPU Deiyai dan melakukan pelantikan bersamaan Anggota KPU Intan Jaya,” tutur Frans Pakage kepada wartawan, Minggu (1/5) di Jayapura.

Menurutnya, ada kepentingan pihak tertentu, itu terlihat sejak awal saat pembentukan Tim Seleksi yang diduga tanpa melalui prosedur sesuai mekanisme perundang-undangan. “Saya tidak pernah ikut bersama pembekalan Anggota Tim Seleksi KPU. Empat orang ikut duluan, baru saya menyusul ke Jayapura, saya ikut pembekalan sendiri. Ini sudah jelas, ada permainan. Dan dalam tahapan seleksi, tidak sesuai aturan. Makanya, pada waktu seleksi administrasi hingga ujian tertulis, saya tidak tanda tangan hasilnya. Saya protes karena apa yang kita lakukan itu langgar aturan, dan sampai ada pelantikan, saya tidak pernah akur dengan empat teman Tim Seleksi,” ungkap Frans.

Frans menyebut, tahapan dalam proses seleksi calon Anggota KPU Deiyai tak sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007. Sehingga, dianggap cacat hukum. “Aneh, penetapan 10 besar juga belum pernah diumumkan,” ujarnya.

Frans Pakage juga mendukung adanya pengaduan dari komponen masyarakat Deiyai kepada KPU Provinsi Papua, karena rekrutmen Anggota KPU Deiyai cacat hukum dan ada kepentingan politik pihak tertentu yang nantinya akan mencederai iklim demokrasi di daerah pemekaran dari Kabupaten Paniai itu. (Markus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *