Negara Biarkan Ferdinand Sakit

JUBI — Petrus Pakage, ayah kandung Ferdinand Pakage menilai negara selama ini membiarkan anaknya menderita sakit. Buktinya, matanya yang dipukul petugas sipir hingga kini tak diobati.

“Saya sebagai orang tua merasa terganggu dengan kondisi anak saya. Saya tidak habis pikir dia karena darah kotor dalam matanya yang dipukul belum dikeluarkan,” ujar Petrus Pakage kepada JUBI di Abepura, Minggu (1/5).

Menurut dia, laporan yang didapatkan dari anaknya, Ferdinand Pakage, saat ini dia terus menerus merasa pusing. Kondisinya badannya juga selalu terganggu sakit. “Kalau begini kan orang tua siapa yang tidak sayang anaknya. Masa anak kami tidak salah, ditangkap,” kesalnya.

Lanjut dia, dari kondisi itu, keluarga mendesak pengobatan dipercepat. “Kami minta kalau bisa pengobatan secepatnya dilakukan,” ungkapnya.

Petrus Pakage menilai, penderitaan anaknya membuktikan hukum tidak stabil. Selain itu, penerapannya tidak adil. “Hukum tidak stabil dan adil terhadap Ferdinand. Masa sudah lama sakit tapi dibiarkan,” cetusnya.

Sementara itu, Ferdinand Pakage mengaku saat ini kondisi fisiknya tidak stabil. Dirinya sering mengalami sakit. Kepalanya terus menerus pusing.  Terkadang tidak bisa melihat lebih jauh. “Kadang  tiba-tiba langsung gelap. Kalau sudah begini yah terpaksa saya tidak bisa bikin apa-apa,” imbuhnya.

Kata Ferdinad, Kamis (28/4) lalu, dia terjatuh dalam kamar mandi ketika hendak mengambil air. Saat itu, tiba-tiba kepalanya pusing akhirnya jatuh. “Karena jatuh jadi saya duduk dalam kamar mandi sampai rasa baik sedikit baru keluar dari kamar mandi,” katanya.

Seketika itu juga, lanjut dia, dirinya menuju ke klinik dalam lembaga untuk periksa darah. Pemeriksaan pertama darahnya stabil. Selanjutnya, pemeriksaan kedua darahnya rendah. Obat yang diberikan dari klinik atas kondisinya tidak mampan. “Saya minum obat yang dikasih dari klinik tapi tidak mempan. Malah saya rasa tambah sakit lagi,” imbuhnya. (Musa Abubar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *