BEM Uncen :KPUD Kota Jayapura Harus Konsisten

JUBI — Terkait kegagalan Pemilukada Kota Jayapura pada babak pertama, ditanggapi serius BEM Fakultas Hukum Uncen. Ketua BEM Fakultas Hukum Uncen, Thomas Syufii mengatakan KPUD kota Jayapura masih melakukan pelanggaran kode etik karena proses Pemilukada pada babak pertama tidak berjalan mulus. “Pemilukada pada babak pertama telah membawa banyak kerugian materi dan menelan biaya miliaran rupiah. Karena itu, jangan ada lagi Pemilukada pada babak ketiga,” ujar Thomas Syufii, Selasa (31/5) di Jayapura.

BEM Fakultas Hukum Uncen menilai masih adanya benang kusut dalam proses demokrasi di Papua ditunjukkan dengan Pemilukada yang berulang-ulang. Karena itu, dirinya meminta KPUD Kota Jayapura harus bertindak lebih profesional untuk menghindari dinamika pesta demokrasi Pemilukada Kota Jayapura yang bertubi-tubi. “KPUD Kota Jayapura harps mengambil tindakan lebih profesional dan konsisten. Ini penting demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Syufii menambahkan, ketidakonsitenan KPUD Kota Jayapura menyebabkan masyarakat banyak golput dalam Pemilukada kali ini. Terjadinya Pemilukada ulang di Kota Jayapura dinilai menciderai proses demokrasi di Tanah Papua. Juga dapat merugikan para kandidat yang sementara memperoleh suara unggul dalam proses pemungutan suara. “Dengan demikian martabat calon kandidat terkatung-katung karena adanya Pemilukada yang berulang-ulang hingga kedua kalinya,” ujarnya.

BEM Fakultas Hukum Uncen menghimbau KPUD Kota Jayapura, kedepannya dapat berkoordinasi diantara anggotanya. Dan selanjutnya dapat bekerjasama dengan KPUD Provinsi agar proses Pemilukada tidak terbengkelai dan pada akhirnya memenuhi harapan masyrakat. (Karolus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *