DPT Di Dogiyai Berbeda Dengan Jumlah Penduduk

JUBI — Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Dogiyai, Frits NG Agapa, Selasa (31/5) mempertanyakan adanya peningkatan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilukada Kabupaten Dogiyai. Peningkatannya cukup tajam jika dibandingkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diserahkan Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu.

“Hasil verifikasi berkas calon kandidat belum diumumkan, sekarang masalah bertambah lagi karena ternyata ada pembengkakan DPT. Pemkab Dogiyai mencatat 72,000 pemilih, tapi KPU menetapkan DPT sebanyak 93,090. Selisihnya terlalu besar, dan 21,090 pemilih itu warga dari mana?,” katanya.

Ditegaskan, KPU sama sekali tidak punya kewenangan untuk mengurangi ataupun menambah jumlah pemilih. Oleh karena itu, DPT yang ditetapkan KPU Dogiyai di Aula Kote Moge Moanemani, Rabu (25/5), dianggap cacat hukum karena tidak sesuai dengan peraturan penyelenggaraan pemilihan umum

Data pemilih Pemilu Legislatif tahun 2009, kata Frits, sangat beda dengan data yang diserahkan Pemkab kepada KPU Dogiyai, 9 Desember 2010. Berbeda lagi DPT yang ditetapkan KPU Dogiyai, sebab di Desa Bunauwo Distrik Kamuu Timur, data sesuai Pemilu Legislatif sebanyak 1,127. Data versi Pemkab yang diserahkan kepada KPU sebanyak 1,317. Beda dengan data yang ditetapkan KPU Dogiyai adalah 1,891 orang.

“Tidak masuk akal jika ada penambahan penduduk sebanyak 764 orang? Dari manakah penduduk itu datang dan berpindah dengan alasan apa? Ini harus dijelaskan secara transparan oleh KPU Dogiyai demi pengamalan asas keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan Pemilu,” ungkap Frits.

Begitupun di Kampung Kigamani Distrik Dogiyai. Data versi Pemilu Legislatif  tahun 2009 sebanyak 557 orang. Data versi Pemkab Dogiyai yang diserahkan ke KPU Dogiyai sebanyak 801 orang. Dalam DPT yang ditetapkan KPU Dogiyai, jumlahnya 1,206 orang. Itu berarti, dalam kurun waktu satu tahun telah terjadi penambahan penduduk sebanyak 649 orang.

Di Kampung Kegata Distrik Piyaiye, sebut Agapa, mengalami penurunan jumlah pemilih. Data versi Pemilu Legislatif tahun 2009 sebanyak 2,075 orang. Data versi Pemkab yang diserahkan ke KPU sebanyak 1,033. Dalam DPT malah berubah, 1,292 orang. “Data itu menunjukkan bahwa antara Pemerintah dan KPU Dogiyai telah mengurangi jumlah pemilih sebanyak 783 orang. Mengapa terjadi pengurangan penduduk secara besar-besaran dalam kurun waktu 1 tahun? Ini penting untuk diklarifikasi. Berkurangnya 783 orang itu karena terjadi wabah kematian secara besar-besaran di Kampung Kegata ataukah ada perpindahan penduduk secara besar-besaran dari Kegata kemana rakyat pergi?,” tuturnya.

Jika DPT tersebut tidak direvisi, tegas dia, Pemkab dan DPRD Dogiyai bersepakat akan mengembalikan lima anggota KPU Dogiyai ke KPU Provinsi Papua dan melantik anggota KPU baru. (Markus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *