Membangun di Papua harus Sesuai Budaya Masyarakat

JUBI — Ternyata banyak membangun Papua tidak semudah yang dibayangkan jika yang membangun tidak mengenal Papua dengan baik. Stevanus Kaisma, Wakil Bupati Kabupaten Mappi menegaskan bahwa membangun Papua harus dengan pendekatan budaya dan memahami adat istiadat di Papua.

“Saya melihat banyak pembangunan yang masih bergejolak karena tidak sesuai dengan kondisi dan karakter masyarakat pribumi sehingga yang menikmati jutru bukan mereka.” kata Stevanus, Kepada  JUBI, (31/5)

Menurutnya pola pembangunan di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain sebab rata-rata masyarakat Papua adalah masyarakat masih taat pada budaya serta adat istiadatnya.

“Budaya masyarakat harus dikembangkan dan dijadikan ideologi pembangunan serta kebijakan-kebijakan. Agar terarah dan terfokus untuk kepentingan masyarakat. Dengan begitu masyarakat juga merasa memiliki serta berpacu dalam berbagai program tersebut.” ujarnya.

Jika tidak demikian, pasti banyak pembagunan yang akan bertolak belakang dengan masyarakat. Apalagi suatu pembangunan tidak dilakukan dengan pelepasan adat atau restu dari masyarakat. Seperti di Mappi ada pembangunan salah satu jembatan yang tidak pernah selesai-selesai akibat tidak direstui alam setempat. Tiang-tiangnya di naikan pada malam hari besok pagi sudah rubuh lagi, walaupun sudah dikerjakan dengan perhitungan yang matang serta alat-alat modern. (Yarid AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *