Ratusan Mahasiswa Papua Intip Peluang Kerja

JUBI — Sedikitnya ratusan mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Papua mengadakan bazar (pasar amal: red) untuk menerapkan ilmu Kewirausahaan (KWU) yang diperolehnya di kampus. Pasalnya, bazar kali ini merupakan praktek pertama kali bagi mahasiswa untuk membidik peluang kerja yang ada di masyarakat. Sebelumnya, mahasiswa hanya mendapatkan teori belaka.

Salah satu dosen Pembimbing KWU, yang juga ketua panitia bazar, Herman Tjoleng, mengatakan, kali ini mahasiswa dihadapkan pada dunia kerja. Dengan itu, kata dia, mahasiswa diharapkan bisa mandiri, dan mengetahui model kerja yang ada.

“Ini pertama kali dilakukan di sini. Dengan ini, kami mau membuktikan bahwa, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mempraktikkan ilmunya,” ujar Herman, di Abepura, Papua, Selasa (31/5) siang.

Pantauan Jubi, mahasiswa terlihat antusias. Ada sekitar 228 mahasiswa yang tergabung dalam 22 kelompok penjual. Mereka menjajakan jualannya di halaman kampus USTJ. Jualannya itu, merupakan buatan mahasiswa sendiri untuk mewujudkan keahliannya.

Rani Purwasih, salah satu mahasiswi Ilmu Pemerintahan USTJ, saat disambangi Jubi, di sela-sela kesibukannya mengaku, puas dengan praktik kerja ini.  Kata Rini, dengan itu, ia mengetahui beratnya dunia kerja. Setidaknya, mahasiswa dituntut untuk mandiri, bukan mengharapkan PNS.

“Ada beberapa jualan yang mahasiswa jajakan, Papeda Bungkus, dan beberapa lainnya. Ini merupakan kerja keras masing-masing mahasiswa. Dengan ini kami bisa mengetahui, setidaknya di dunia kerja dituntut kreativitas dan keahlian,” ujar Rini.

Sandy, mahasiswa Program Studi Akuntasi, mengakui, ilmunya harus diterapkan. Karena itu, dirinya berujar,”Ke depan kita harus teliti untuk menghitung rugi-laba ketika menjadi pengusaha atau akuntan.” (Timo Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *